fbpx
 Cara Para Penjuang Menyiarkan Kemerdekaan Indonesia Setelah Proklamasi

Cara Para Penjuang Menyiarkan Kemerdekaan Indonesia Setelah Proklamasi


JAKARTA – Setelah pembacaan teks proklamasi, penyebaran berita proklamasi kemerdekaan Indonesia segera meluas di Jakarta. Bahkan menyebar ke Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa timur, Sunda Kecil, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.

Dilansir situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), tersebarnya berita proklamasi dengan berbagai cara dan secara bertahap menjangkau seluruh wilayah Indonesia serta respon daerah saat menerima berita proklamasi adalah soal yang penting untuk merekam terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan dukungan rakyat terhadap NKRI.

Dalam buku Cerita Perang Kemerdekaan Indonedia (2015) karya Mudjibah Utami, untuk mempercepat penyebaran hingga di seluruh wilayah Indonesia dilakukan dengan berbagai cara. Karena untuk sejumlah daerah khususnya di luar Jawa mengalami keterlambatan.

Berikut beberapa cara yang ditempuh untuk penyebaran proklamasi kemerdekaan:

Radio

Pada tanggal 17 Agustus 1945, Syahrudin berhasil memasuki ruang siaran Radio Hoso Kanri Kyoku (sekarang; Radio Republik Indonesia).

Tepat pukul 19.00 WIB. Teks proklamasi kemerdekaan berhasil disiarkan, M.Yusuf Ronodipuro, Bachtiar Lubis, dan Suprapto adalah tokoh-tokoh yang berperan besar dalam menyiarkan berita proklamasi tersebut.

Surat Kabar

Soeara Asia yang terbit di Surabaya dan Tjahaya yang terbit di Bandung adalah surat kabar pertama yang menyiarkan berita proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Soeara Asia menerbitkan berita proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 18 Agustus 1945.

Meski kondisi waktu itu Jepang melarang agar media tidak memuat tentang pergerakan apalagi proklamasi kemerdekaan.

Namun para pemuda berjuang lewat pers, seperti Adam Malik, Sayuti Melik, Sutan Syahrir, B.M Diah, Ki Hajar Dewantara.

Kemudian Otto Iskandardinata, G.S.S.J Ratulangi, Iwan Kusuma Sumantri terus menyebarkan peristiwa bersejarah bangsa Indonesia tersebut.

Hampir seluruh harian di Jawa pada penerbitannya 20 Agustus 1945 memuat berita proklamasi kemerdekaan dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

Baca Juga  Pasutri Terbangun Karena Suara Berisik di Dapur, Ternyata Anaknya...

Kantor berita Yoshima (Antara)

Pada 17 Agustus 1945 sekitar pukul 18.30 WIB, wartawan kantor berita Yoshima/Domei (sekarang Kantor Berita Antara).

Syahrudin berhasil menyampaikan salinan teks proklamasi kepada Daidan B.Palenewen. Kemudian oleh Daidan B.Palenewen, teks proklamasi tersebut diberikan kepada F. Wus seorang markonis (petugas telekomunikasi) di kantor berita tersebut, untuk segera diudarakan.

Orang Jepang sempat masuk dan marah-marah setelah mengetahui berita proklamasi telah tersiar ke luar melalui udara. Bahkan diminta untuk menghentikan pemberitaan.

Sarana lain

Penyebaran proklamasi kemerdekaan tidak hanya lewat media seperti surat kabar dan radio, tapi juga melalui pemasangan pamflet poster, dan spanduk.

Media tersebut dipasang dan ditempel dibergai penjuru kota. Seperti ditempel pada tembok- tembok dan gerbong-gerbong kereta api.

Selain itu juga dilakukan dengan cara melakukan pengutusan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dibergai daerah, seperti, Teuku Mohammad Hassan ke daerah Aceh. 

Kemudian Sam Ratulangi ke daerah Sulawesi,  Ketut Pudja ke daerah Sunda Kecil atau Bali, serta A.A. Hamidan ke daerah Kalimantan.

Dengan penuh tekad dan semangat berjuang, akhirnya peristiwa proklamasi kemerdekaan diketahui oleh segenap rakyat Indonesia.(kompas.com/h2c)

redaksi hame-hame.com

https://hame-hame.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *