oleh

Ikuti Kegiatan Pembinaan Penyusunan IPRO Kabupaten/Kota

LUBUKLINGGAU-Sekda Kota Lubuklinggau, HA Rahman Sani bersama sejumlah pejabat Pemkot Lubuklinggau mengikuti kegiatan Pembinaan Penyusunan Investment Project Ready to Offer (IPRO) Kabupaten/Kota dalam rangka mempromosikan potensi dan peluang investasi serta peningkatan investasi pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumsel melalui zoom meeting di Command Center Kantor Wali Kota Lubuklinggau, Senin (4/10).

Dalam paparannya Sekda mengungkapkan dalam RPJMD dan visi misi Pemkot disebutkan pemerintah sudah menyiapkan pembangunan untuk kawasan industri terpadu.

Mengenai Kota Lubuklinggau sendiri sambung Sekda, tidak memiliki sumber daya alam (SDA) hanya mengandalkan sektor jasa sedangkan APBD Lubuklinggau sangat terbatas. Melalui kegiatan ini, dirinya berharap ada peluang investasi di kawasan wisata terpadu.

Dari segi prasarana sudah disiapkan sedangkan dari segi transportasi Lubuklinggau didukung transportasi pesawat, kereta api dan transportasi darat lainnya.

Dijelaskannya Pemkot Lubuklinggau membutuhkan investor sedangkan mengenai lahan, masterplan rencana pembangunan kawasan terpadu dengan luas 125 hektar sudah disiapkan. “Jalan menuju kawasan terpadu juga sudah dibangun dengan menggunakan anggaran bantuan Gubernur Sumsel senilai Rp 15 milyar.

Menurut Sekda, dikawasan wisata terpadu akan ada lapangan golf, shoping area, pantai buatan dan lain sebagainya. Namun demikian tetap membutuhkan investor untuk mendukung pembangunan tersebut. Mengenai lahan adalah milik Pemkot Lubuklinggau, apabila ada yang mau berinvestasi seperti hotel dipersilakan sedangkan mengenai pajak free dulu sedangkan pengelolaannya dilakukan badan usaha milik daerah.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Lubuklinggau, Hendra Gunawan menyampaikan pihaknya sudah menyiapkan dokumen kelengkapan salah satunya studi kelayakan, master plan, laporan akhir kawasan wisata terpadu dan dokumen lainnya. “Kita akan menarik investor dan tidak menggunakan APBD untuk pengembangan kawasan wisata terpadu tersebut,” ungkapnya.

Kasubdit Jasa Kesehatan, Pendidikan, Ketenagakerjaan, dan Jasa Lainnya, Direktorat Perencanaan Jasa dan Kawasan, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Gatot Subyargo Wijayadi menyampaikan kegiatan ini berkaitan erat dengan pembangunan yang akan dilakukan Pemprov Sumsel maupun kota/kabupaten di Provinsi Sumsel.

Untuk itu, dirinya mengingatkan sebelum mengundang investor ada baiknya tentukan lokasi, lahan dan zona yang kesemuanya harus sesuai dengan ketentuan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas PU dan Penata Ruangan Kota Lubuklinggau, A Asril Asri, Kepala Bappeda Litabang, H Nobel Nawawi, Kakan BPN dan Direktur Linggau Bisa. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed