fbpx
 Jadi Masjid, Gambar Yesus dan Bunda Maria di Dalam Hagia Shopia akan Ditutup

Museum Hagia Shopia

Jadi Masjid, Gambar Yesus dan Bunda Maria di Dalam Hagia Shopia akan Ditutup

ISTANBUL – Setelah resmi menetapkan Museum Hagia Shopia menjadi Masjid, otoritas Turki akan menutup gambar Yesus dan Bunda Maria yang berada di dalam arsitek peninggalan Bizantium itu menggunakan teknologi pencahayaan khusus. Menurut laporan Greek City Times, hal itu dilakukan agar ummat muslim bisa melakukan ibadah dengan tenang.

Disebutkan oleh media Sputnik News,  tirai khusus akan digunakan selama ibadah berlangsung di Masjid Hagia Sophia. Karpet juga akan digelar di lantai dan diterangi sehingga menggelapkan ruangan bagian atas agar gambar tokoh Kristiani tersebut tidak terlihat.

Meskipun menjadi Masjid, Hagia Shopia tetap dibuka untuk turis yang ingin berkunjung. Namun para mereka wajib melepaskan alas kaki. Juru Bicara Kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin mengatakan, wisatawan tetap bisa mengunjungi Hagia Sophia. Hagia Sophia sebagai warisan dunia pun tidak akan hilang.

“Menjadikan Hagia Sophia sebagai tempat beribadah bukan berarti menahan wisatawan lokal atau asing mengunjungi situs itu, dan (pemerintah) Turki tetap akan mempertahankan ikon-ikon unik ajaran Kristen dan gambar mozaik Yesus Kristus di gedung itu,” ujar Kalin.

Namun, Kalin tidak merinci lebih lanjut mengenai melestarikan ikon-ikon Kristen tersebut. Ia khawatir hal itu dapat memicu kekhawatiran umat Kristen setelah keputusan Presiden Turki pada Jumat lalu yang mengubah Hagia Sophia menjadi masjid.

Sebelumnya, Metropolitan Hilarion dari Volokolamsk dari Gereja Ortodoks Rusia mengkhawatirkan kebijakan Turki yang akan menutup gambar Yesus dan Bunda Maria. Menurut mereka, gambar yang akan ditutup menggunakan teknologi khusus itu akan merusak mozaik tersebut.

Sementara itu aktivis asal Papua, Natalius Pigai mengaku kecewa dengan dirubahnya museum Hagia Shopia di Istanbul Turki sebagai Masjid. Namun mantan Komnas HAM ini memaklumi hal itu sebagai perang peradaban.

Baca Juga  Google Akan Bayar Berita Media Massa

“Saya sebagai Nasrani memang pahit ini. Tapi itulah realita perang peradaban,” tulis Pigai di akun twitternya, Ahad (12/7/2020).

Dia menyebut, Hagia Shopia mempunya perjalanan panjang. Dari Turki Utsmani hingga era Erdogan. Ia pun meminta pihak Islam agar tidak kecewa soal Masjid peninggalan khalifah Nasrid, Almrah di Spanyol yang kini telah diganti menjadi Gereja.

“Usmani rebut tempat ibadah km, Barat support ataturk netralkan Hagia Sopia. Erdogan kembalikan kejayaan usmaniyah. Kalian juga tidak terus nangis karena Alhamra kami rebut kembali.  Truly games!” pungkas Pigai.

Diketahui, Hagia Sophia di Istanbul Turki resmi kembali dijadikan sebagai Masjid.  Keputusan ini diumumkan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, Jumat (10/7/2020).

Bangunan bersejarah ini mempunyai masa yang panjang. Awalnya bangunan ini merupakan bekas arsitek kekaisaran Bizantium. Kemudian diubah sebagai sebuah gereja di antara tahun 532-537 atas perintah Kaisar Rowami Timur Yustinianus I.

Kemudian Pada 1453 M, Konstantinopel ditaklukan Sultan Mehmed II, (Turki Utsmani). Sultan kemudian memerintahkan pengubahan gereja utama Kristen Ortodoks itu menjadi Masjid. Dikenal sebagai Aya Sofya dalam ejaan Turki, atau yang sekang dikenal Hagia Shopia.

Waktu berputar, pemerintah Turki di bawah kepemimpinan Presiden Mustafa Kemal yang beraliran nasionalis sekuler, memutuskan menutup Masjid itu dan dijadikan sebagai museum.

Hingga kemudian di era Erdogan, kembali diubah menjadi Masjid. Upaya untuk mengubah status dan kembali memfungsikan Hagia Sophia menjadi masjid sudah dilakukan sejak 2005. Dua tahun lalu Mahkamah Konstitusional Turki sempat menolak usulan tersebut.(*)
Sumber: fin.co.id

redaksi hame-hame.com

https://hame-hame.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *